Senin, 27/08/2018, 23:57:33
Keluhkan Manajemen, Gojek Gerudug Gedung Dewan
LAPORAN NINO MOEBI

Puluhan pengemudi Gojek minta DPRD mencarikan solusi terbaik (Foto: Nino)

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 70 unit mobil dan pengemudi Gojek (Ojeg Online) menggerudug gedung DPRD di Jalan Pemuda Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka mengeluhkan managemen Gojek, dan tidak memperhatikan kesejahteraan pengemudi. Senin 27 Agustus 2018 siang.

Ketua Forum Driver Online, Agus Rahmad mengatakan, tujuannya ke DPRD untuk memyampaikan keluhan terhadap managemen gojek. Sebab selama ini aspirasi yang disampaikan tidak direspon terkait dengan kepastian status kemitraan. Perkembangan Gojek sekarang lebih merugikan pada pengemudi gojek. Bahkan, seperti buruh dan kesejahteraan semakin menurun.

"Kami berharap dewan untuk membantu mencarikan solusi terbaik," katanya.

Dikatakan perwakilan pengemudi, Hedi, awalnya bonus dari gojek tanpa potongan apapun. Namun dalam kenyataanya berbeda.

"Padahal kita pada berani mengambil kredit mobil. Akhirnya kesulitan, biaya operasional semakin berat termasuk ansuran cicilan mobil, semakin pengemudi makin banyak justru kami semakin ditekan karena bonus tidak jelas," tuturnya.

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah berupaya menahan diri untuk menjaga situasi kondusif. Oleh karena itu, pihaknya meminta DPRD dan Pemkot Tegal untuk mendesak gojek untuk meningkatkan tarif yang manusiawi.

"kami meminta DPRD untuk mendukung penutupan kantor gojek," tegasnya.

Perwakilan lainnya, Dadang mengatakan pihaknya meminta agar aspirasi yang disampaikan ditindaklanjuti DPRD. Pihaknya prihatin karena tarif tidak manusiawi. Kami berharap seluruh pihak terkait untuk membahas dan mencarikan solusi terbaik. Sesuai data ada sekitar 1800 driver gojek. Tinjau ulang kemitraan tarif dan perijinan, pemerintah harus merespon cepat.

"Jangan sampai kami dibiarkan terus menderita. Karena itu harus segera ditindaklanjuti. Apalagi dua aplikator yang beroperasi di Tegal, belum ada izinnya," ungkap Dadang.

Para pengemudi online mempertanyakan status tenaga kerja mereka terhadap perusahaan, mempermasalahkan tarif yang sebelumnya Rp 3.400 ribu per kilometer tidak ada potongan, tapi semenjak bulan Maret dipotong 20 persen per order dan skema insentif 17 order Rp 130 ribu.

Sekretarsi Dewan (Sekwan), Totok Subagyo kepada pengemudi online menyampaikan, aspirasi akan dilaporkan ke pimpinan. Untuk anggota dan pimpinan baru ada acara kedinasan keluar kota.

"Aspirasi akan kami sampaikan ke pimpinan untuk diagendakan pembahasan persoalan tersebut, kita akan membuat nota dinas ke walikota berdasarkan hasil pertemuan hari ini," kata Totok.

Menurut rencana, pengemudi online akan dipertemukan dengan pimpinan dan anggota DPRD pada Kamis 30 Agustus 2018 mendatang.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita