Kamis, 30/08/2018, 17:38:15
Galuhtimur Sebagai Kampung Wisata Purbakala
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Replika gajah purba Sinomastodon yang ada di Situs Bumiayu dipamerkan saat persemian Kampung Wisata Purbakala (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Desa Galuhtimur Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah diresmikan sebagai Kampung Wisata Purbakala. Hal itu mengingat di Desa Galuhtimur merupaka tempat penemuan fosil hewan purbakala yang dikenal dengan Situs Bumiayuensis.

Ribuan potong fosil ditemukan di sekitar Desa Galuhtimur, diantaranya penemuan fragmen fosil Sinomastodon Bumiayuensis, yang merupakan spesies gajah purba paling tua. Di Situs Bumiayu juga ditemukan artefak yang menjadi petunjuk adanya kehidupan manusia purba.

Peresmian Desa Galuhtimur sebagai kampung wisata dilakukan Wakil Bupati Brebes Narjo yang dilakukaan bersamaa dengan kegiatan Jalan Sehat Telusur Kampung Purba Galuhtimur. Jalan Sehat tersebut diikuti ribuan peserta dari kalangan pelajar dan masyarakat umum pada Selasa 28 Agustus 2018 di Lapangan Garuda yang ada di desa tersebut.

"Penetapana ini sebagai bukti adanya komitmen dari Pemkab Brebes dalam menjaga dan memberdayakan situs kepurbakalaan Bumiayu untuk wisata," katanya.

Narjo juga mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Purba Desa Galuhtimur. Pengkuhan dimaksudkan agar kampung wisata purbakala dapat menjadi daerah tujuan wisata. Pokdarwis dan seluruh masyarakat untuk terus kreatif dan berinovasi memajukan kampung purba.

"Pemkab pasti mendukung, juga pelaku wisata seperti biro-biro wisata dan lainnya akan mendukung," kata Narjo.

Koordinator pelestari Situs Bumiayu H Rafli Rizal berharap dengan diresmikan Desa Galuhtimur sebagai Kampung Wisata Purbakala dapat mengangkat nama Situs Bumiayu dan dapat lebih dikenal oleh masyarakat.

“Kita berharap kedepan Pemkab bisa membangun museum yang representatif,” katanya.

Menurutnya, hingga kini sudah ada ribuan fragmen fosil hewan purbakala yang ditemukan dan disimpan di museum Bumiayu yang dikelolanya di komplek Perumahan Bumi Sari Ayu Desa Kalierang. Fosil gajah Sinomastodon diakui salah satu temuan yang menjadi ciri khas Situs Bumiayu.

"Di literatur kepurbakalaan disebutkan Sinomastodon Bumiayuensis karena pertama kali ditemukan di Situs Bumiayu,” kata Rizal.

Diungkapkan, selain fosil hewan purbakala, juga ditemukan artefak atau peralatan manusia purba berupa kapak perimbas pada tahun 2015. Ada pula batu inti atau bahan pembuat artefak yang ditemukan Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran belum lama ini.

”Temuan ini bukti adanya kehidupan manusia purba. Hanya saja fosilnya belum ditemukan,” pungkas Rizal.



 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita