|
PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 20 petani Brebes akan dikirim untuk mengikuti pelatihan magang di Organization Industrial Culture Advichement (OISCA) Jepang di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa 05 Juli 2011 besok.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Agrobisnis Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Brebes, Gatot Rudiono, Senin 04 Juli 2011.
Menurut Gatot, pihaknya sebenarnya, telah mengirimkan petani-petani ke OISCA sejak 2008. Hal itu untuk memberikan pelatihan kepada petani tentang prospek agribisnis yang bisa dijadikan alternatif penghasil ekonomi.
"Itu, karena secara geografis maupun demografis Kabupaten Brebes merupakan daerah agraria yang strategis dengan aneka jenis pertanian," ujarnya.
Petani di Kabupaten Brebes, lanjutnya, sudah mulai mencoba komoditi lain. Bahkan, juga sudah bisa mengekspor ke luar negeri, seperti melon merah, terung ungu, dan jagung manis. "Mereka ini rata-rata alumni dari OISCA," terangnya.
Selain bawang merah, produk pertanian lainnya juga memiliki daya saing tinggi di pasaran nasional maupun global. Bahkan melon merah, katanya, sudah diekspor sebanyak 10,2 ton lebih dan 15 ton lebih jagung manis ke luar negeri.
“Meski masih pasang surut, ini tentu menjadi prospek yang cerah bagi dunia dan pelaku usaha tani di Kabupaten Brebes agar tidak semata-mata menggantungkan pada bawang merah saja. Kita tentu akan berikan pembinaan agar hasil pertanian semakin berkualitas dan diterima negara lain,” paparnya.
Ia menambahkan, dengan dibukanya kran ekspor hasil pertanian ini, akan mampu mendongkrak penghasilan ekonomis petani.
"Yang jelas kesejahteraan petani bisa meningkat karena harga jual di luar di pasar internasional lebih tinggi dibanding di pasar lokal. Bahkan, harga jual di Singapura mencapai dua kali lipat ketimbang harga dalam negeri," tandasnya.