Senin, 17/10/2011, 17:06:27
Produksi Bawang Merah Bibit Lokal Lebih Unggul
Riyanto Jayeng & SL Gaharu

Ketua DPP PDI Perjuangan, Ir. Mindo Sianipar (ketiga dari kanan) didampingi Damayanti Wisnu Putranti saat panen raya bawang merah (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Brebes) - Produksi pertanian bawang merah dari bibit lokal Bima Curut yang dikelola oleh kader PDI Perjuangan, ternyata mampu mengungguli produksi bawang merah hasil pengelolaan petani lain yang menggunakan metode biasa.

Spesifikasi unggulan itu terletak pada umbi bawang yang lebih besar dan jumlah bulir bawang yang lebih banyak. Fakta itu terbukti saat panen bawang merah perdana di Desa Banjar Lor, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 17 Oktober 2011.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Ir. Mindo Sianipar yang hadir dalam acara panen perdana bersama Ketua Departemen Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan DPP PDI Perjuangan, DR. Lukman Hakim Sibuea dengan anggotanya, Damayanti Wisnu Putranti SIP mengatakan, pemicu keunggulan bawang merah hasil pertanian kader PDI Perjuangan itu adalah pupuk cair organik MSP hasil pengembangan kader PDI Perjuangan.

“Pupuk organik cair inilah yang mampu merangsang pertumbuhan daun dan batang menjadi lebih tegak dan lebar, sehingga mampu merangsang pertumbuhan umbi bawang menjadi lebih banyak dan besar namun tetap mempertahankan aroma bawang. Pupuk organik cair ini adalah produk pengembangan kader PDI Perjuangan yang dibuat dari karbon aktif hasil pemanasan sekam padi sampai 900 derajat celsius. Dengan pupuk organik cair ini, pertumbuhan daun menjadi lebih lebar sehingga memungkinkan proses fotosintesis lebih maksimal,” kata Mindo Sianipar.

Di sisi lain, Mindo mengatakan, untuk lebih efesiensi biaya produksi, hendaknya petani bawang tidak perlu menggunakan pupuk NPK merk tertentu yang harganya selangit. Sebab, saat ini, pemerintah sudah mensubsidi pupuk NPK merek Ponska untuk petani dengan harga murah, Rp 2,5 ribu per Kilo gramnya. Pupuk NPK Ponska itu tetap mengandung unsur hara Natrium, Kalium, Phospor dan Sulfur yang sangat mencukupi kebutuhan tanaman.

“Untuk hasil yang melimpah dan bagus dengan biaya yang efesien, cukup gunakan pupuk NPK Ponska dicampur dengan pupuk organik cair MSP. Prinsip utama yang harus dimiliki oleh semua kader PDI Perjuangan adalah rasa gotong royong yang kuat untuk saling menularkan dan mensosialisasikan pola tanam dan pemupukan kepada sesama petani. Pokoknya, tingkatkan gotong royong pada setiap tindakan, tidak hanya pada politik, tapi di sektor lain seperti niaga dan pertanian juga perlu penekanan gotong royong,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Departemen Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan DPP PDI Perjuangan, DR. Lukman Hakim Sibuea menekankan agar program Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang digulirkan oleh DPP PDI Perjuangan dapat direalisasikan sebagaimana mestinya. Kepada seluruh structural PDI Perjuangan diminta untuk bisa bergotong royong mensejahterakan petani.

Hal senada disampaikan kordinator penanaman bawang merah yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Brebes, Narjo. Menurutnya, dengan menggunakan metode dan tindakan khusus pada proses pemupukan itu, bibit bawang yang semula hanya 6 ton di tanam di lahan seluas 3 hektar itu, saat panen menghasilkan 65 ton bawang.

“Jika hasil bawang merah dengan pemupukan menggunakan organik cair MSP mampu menghasilkan bawang yang melimpah dan umbi yang lebih besar, kenapa kita harus menanam bibit bawang impor. Dengan bawang lokal saja kita mampu memproduksi bawang merah menjadi besar dan lebih banyak tanpa mengurangi ketajaman aroma bawang pada umumnya,” kata Narjo.  

Sementara, Damayanti Wisnu Putranti SIP selaku ujung tombak orang tua asuh dari penanaman bawang merah unggulan itu mengatakan, keberhasilan penanaman bawang merah itu tidak lepas dari kerja keras semua kader PDI Perjuangan yang peduli terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

“Awalnya saya berniat bisnis tanam bawang merah bersama beberapa rekan DPC PDI Perjuangan Brebes. Setelah kami temukan lahan yang cocok dan merencanakan penanaman, kami berfikir lebih baik penanaman bawang merah ini dialihkan ke program MSP yang digulirkan DPP PDI Perjuangan demi sejahterakan nasib petani. Alhamdulillah, kini dapat berhasil cukup menggembirakan,” jelas Damayanti.    

Turut hadir dalam acara panen perdana itu Wakil Bupati Brebes, Idza Priyanti AMd,  Ketua Departemen Wanita PDI Perjuangan Kota Tegal, Rosalina Ikmal Jaya dan sejumlah anggota struktural DPC PDI Perjuangan Brebes dan Kota Tegal, serta sejumlah simpatisan dan kader dari beberapa pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan Brebes.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita