Sabtu, 19/11/2011, 16:29:26
Harga Pakan Melonjak, Produktivitas Itik Menurun
Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Akibat harga pakan mengalami lonjakan, disertai anjloknya produktivitas itik, sebagai dampak cuaca dingin yang disertai angin, para peternak itik di tiga wilayah, yakni Kecamatan Brebes, Wanasari, dan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai terpuruk.

"Hujan yang disertai cuaca dingin, serta angin besar, mengakibatkan itik enggan bertelur. Peternak benar-benar menangis, apalagi harga telur hanya Rp 1.100 per butir," kata Duladi (33), peternak itik di Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Sabtu 19 November 2011.

Menurutnya, sejak dua pekan lalu, harga bahan baku pakan terus naik. Kenaikan terjadi pada nasi aking dan bekatul, sebagai dampak berkurangnya panen. Untuk harga aking naik dari Rp 1.700 per kilogram menjadi Rp 2.600 per kilogram.

Sedangkan harga bekatul naik dari Rp 1.500 per kilogram menjadi Rp 2.200 per kilogram. Harga bahan pakan itik yang masih stabil hanya ikan, karena saat ini hasil tangkapan ikan sedang melimpah.

"Saat ini harga ikan sekitar Rp 30.000 per keranjang, atau sekitar Rp 1.200 per kilogram. Untuk 100 ekor itik, dibutuhkan pakan sekitar 12 kilogram ikan, 10 kilogram bekatul, dan 15 kilogram aking," terang Duladi.

Di sisi lain, lanjut Duladi, produktivitas itik hanya sekitar 30 persen hingga 40 persen, atau dari 100 ekor itik, hanya dihasilkan 30 hingga 40 butir telur per hari. Padahal dalam kondisi normal, produktivitas itik bisa mencapai 70 persen hingga 80 persen.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita