|
PanturaNews (Brebes) - Harga rumput laut yang menjadi andalan komoditas di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami penurunan. Akibatnya para petani rumput laut di desa tersebut terpuruk.
Ketua Kelompok Tani Kalen Crucuk, Desa Randusanga Kulon, Ahman Toko Riyani, mengatakan penurunan harga rumput laut akibat tersaingi banyaknya pasokan rumput laut dari Palopo, Sulawesi Selatan. Kondisi ini, diperparah dengan adanya serangan hama lumut gimbal pada tanaman rumput laut.
"Hama lumut gimbal juga yang mengakibatkan produktivitas rumput laut menjadi turun," ujarnya, Rabu 23 November 2011.
Menurut Ahman, kondisi itu mengakibatkan sebagian petani memilih kembali berhenti berproduksi rumput laut untuk sementara waktu. Mereka kembali membudi dayakan bandeng di tambak.
Sementara, Kepala Desa Randusanga Kulon, Ahmad Zaeni, mengatakan harga rumput laut turun sejak sekitar empat bulan lalu, dari sebelumnya Rp 7.500 per kilogram menjadi Rp 2.500 per kilogram. Harga turun akibat tersaingi banyaknya pasokan rumput laut dari Palopo, Sulawesi Selatan.
Selain dari segi kuantitas, perusahaan juga beralasan kualitas rumput laut Palopo lebih bagus, bila dibandingkan rumput laut dari Brebes. Bahkan, perusahaan-perusahaan pengolah rumput laut mulai membatasi pembelian rumput laut dari Brebes, sehingga petani kesulitan pemasaran.
Sebagian pengepul rumput laut yang ada di Desa Randusanga Kulon terpaksa ikut menghentikan pembelian dari petani. "Sekarang petani menjual rumput laut, tidak langsung dibeli atau dibayar," ujarnya
Pihaknya dan para petani rumput laut sangat berharap agar pemerintah membantu menaikkan harga rumput laut. Selain sebagai tumpuan hidup bagi petani, budidaya rumput laut juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.