|
PanturaNews (Brebes) - Petugas dari Balai Penyidikan Penyakit Hewan (BPPH) Wilayah IV Yogyakarta, DIY, melakukan identifikasi tempat ditemukannya ayam yang mati mendadak akibat terjangkit virus flu burung (H5N1) di Desa Terlangu, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 02 Februari 2012.
Identivikasi virus yang bisa menular kepada manusia itu, dilakukan untuk mengisolasi ternak unggas untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran.
Didampingi petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, sejumlah petugas dari BPPH Wilayah IV Yogyakarta yang berjumlah tiga orang itu, langsung mengambil sampel ayam yang mati mendadak untuk diidentivikasi jenis virusnya.
"Dari sampel yang diambil dari ayam yang mati mendadak itu, setelah dilakukan identivikasi virus, ternyata memang hasilnya diketahui positif terinveksi virus flu burung," kata salah satu petugas dari BPPH Wilayah IV Yogyakarta, drh. Rahma Darmawan, usai melakukan identifikasi virus ayam yang mati mendadak di Dinas Peternakan Kabupaten Brebes.
Menurutnya, dari sampel ayam yang mati mendadak itu, diketahui ciri-crinya seperti, jengger ayam berubah menjadi berwarna biru, terdapat bercak-bercak merah pada kaki dan badan bagian bawah, bengkak-bengkak pada muka, jengger dan pial.
"Tetapi harus diingat bahwa penyakit lain yang menyerang unggas, juga kadang-kadang menampakkan gejala-gejala yang mirip flu burung, sehingga kepastian adanya virus flu burung tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan dengan anti serum dan isiolasi virus pada embrio tertunas," terang Rahma.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Ir Nono Setiawan melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jhoni Murahman, meminta warga waspada dengan ditemukannya unggas yang mati mendadak akibat virus H5N1. Diharapkan warga segera melapor ke petugas terkait, jika menemukan unggas yang sakit atau mati mendadak.
Diberitakan sebelumnya, wabah virus H5N1 (flu burung) terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Diantaranya di Desa Terlangu, Pemaron, Kecamatan Brebes, Kutamendala dan Purwodadi, Kecamatan Tonjong.
Ratusan ternak ayam milik sejumlah warga di tiga desa tersebut mati mendadak. Beruntung, penyakit dan berbahaya ini belum sampai menular ke tubuh manusia.
Pihak Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, menyatakan hewan ternak tersebut positif terjangkit virus flu burung. Guna menghindari jatuhnya korban jiwa, pemerintah mengambil tindakan dengan segera menetapkan prosedur pengendalian, penghentian lalu lintas, dan pengandangan semua jenis unggas. Apalagi, matinya sejumlah ternak ini sudah terjadi berturut-turut sejak sepekan lalu.