Kamis, 12/04/2012, 05:00:16
Ekspor Tidak Pengaruhi Kebutuhan Pupuk Nasional
Takwo Heriyanto

Presiden Direktur Pupuk Sriwijaya, Arifin S. Tasrif

PanturaNews (Brebes) - PT. Pupuk Sriwijaya tetap berkomitmen menjamin ketersediaan pupuk nasional. Meski saat ini ekspor pupuk tercatat 2 juta ton ke sejumlah negara agraris seperti Brazil dan Filipina, namun pupuk yang diekspor tersebut adalah sisa kebutuhan nasional.

"Ini sangat menguntungkan bagi produden pupuk nasional yang bisa menjual dengan harga standar dunia. Sebab, produsen pupuk di Brazil dan Filipina memilih berhenti beroperasi pada saat biaya produksi naik, akibat terimbas lonjakan harga minyak mentah dunia," kata Presiden Direktur PT Pupuk Sriwijaya, Arifin S. Tasrif, saat melakukan kunjungan kerja bersama Direktur Utama Perum Bulog, Sutarso Alimoeso, Kamis 12 April 2012, di gudang Bulog Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Menurutnya, hal ini sangat menguntungkan bagi produden pupuk nasional yang bisa menjual dengan harga standar dunia, meski pasar ekspor saat ini sedang marak terjadi.

Sebab, sejumlah pabrik memilih tutup, ketimbang harus tekor menanggung beban operasional. Alhasil, suplai pupuk di pasar dunia berkurang. Hal inilah yang menyebabkan harga atau nilai ekspor pupuk nasional cenderung stabil.

Arifin menjelaskan, sebagian besar (10 juta ton) pupuk dari total produksi tahun 2012 sebesar 12 juta ton, dijual ke pasar domestik. Untuk itu, petani tak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan pupuk.

"Stok masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani secara nasional," tandasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita