Rabu, 06/02/2013, 03:26:24
Idza Beri Gajinya ke Warga yang Makan Nasi Aking
Laporan Takwo Heriyanto

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti menyerahkan bantuan kepada Taripan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE memberikan gajinya kepada Taripah bin Darsa (60), warga RT 04, RW 04 Dukuh Krangkeng, Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), yang terpaksa makan nasi aking setelah ditinggal mati suaminya dan rumahnya terbakar.

“Ini uang dari gaji pribadi saya sebagai bupati, untuk modal dagang ya bu,” kata Idza Priyanti kepada Taripan saat memberikan bantuan, Selasa 05 Februari 2013 petang.

Taripah pun membalasnya dengan wajah sumringah menerima uang pemberian Bupati. Dia menuturkan, uang tersebut akan digunakan untuk modal dagang manisan.

“Alhamdulillah, terima kasih bu, uang ini akan saya gunakan untuk modal dagang manisan,” tutur Taripah terbata.

Mendengar penderitaan yang dialami warganya, Bupati langsung merespon dengan langsung menengok keadaan Taripah. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati didampingi Kapolres Brebes AKBP, Kif Aminanto SH SIK, Kasdim Kodim 0713 Mayor Inf Mulyadi dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Drs Amin Budiarjo MPI.

Selain bantuan dari gaji Bupati secara pribadi, Taripah juga menerima bantuan dari Pemkab Brebes berupa beras sebanyak 50 Kg, Mie Instans (3 dus), sarden (60 kaleng), Kecap dan Sambel Caos (40 sacshet),

“Kami juga akan upayakan bantuan keuangan bagi orang tidak mampu maksimal Rp 2 juta,” kata Bupati.

Diberitakan sebelumnya, Taripah, makan nasi aking sudah berjalan lima bulan. Dia mendapatkan nasi aking dengan cara membeli di warung seharga Rp 2 ribu dan pemberian tetangga. 

Ketua RT 04, RW 04 Rt 4 Desa Pagejugan, Warid (60) mengatakan, Taripah merupakan warganya yang keadaannya paling susah. Akibat kodisinya itu, ia saat ini memang makan nasi aking. Bahkan, warga juga sering memberikan bantuan, termasuk dana iuran untuk memperbaiki rumahnya yang kebakaran. Dari iuran itu terkumpul dana Rp 1,5 juta.

"Kami sebenarnya sudah mengusulkan ke pemerintah agar mendapatkan bantuan, tetapi sampai sekarang belum ada respon," ungkapnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita