Jumat, 01/03/2013, 01:13:29
Pelayanan Sidang Keliling Akta Lahir Kurang dari 10 Menit
Laporan Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Masyarakat yang ditinggal di kota Kecamatan Brebes, sangat antusias mengikuti sidang keliling perkara perdata permohonan pencatatan akte kelahiran yang digelar oleh Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah (Jateng) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, di Kecamatan Brebes, Rabu 27 Februari 2013.

Sidang keliling yang diperuntukan bagi anak yang usianya lebih dari satu tahun di Kabupaten Brebes ini, merupakan yang pertama di wilayah Provinsi Jateng. Setiap masyarakat yang akan mengajukan sidang pencatatan kelahiran, akan segera diproses dan diselesaikan pada hari itu juga.

"Bahkan pelayanan sidang keliling akta kelahiran ini prosesnya cukup cepat, kurang dari 10 menit untuk setiap pemohon,” ujar Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, Kamis 28 Februari 2013.

Menurut Bupati, sudah saatnya masyarakat Kabupaten Brebes untuk betul-betul sadar tentang pentingnya akta kelahiran ini. Karena hampir di seluruh sektor formal membutuhkan akta kelahiran, mulai dari sekolah, hak waris, hingga pekerjaan.

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Brebes, Drs. Asmuni, MSi mengatakan, dalam pelayanan sidang keliling akta kelahiran akan dilayani minimal 30 pemohon dan maksimal 60 pemohon akta untuk setiap kali sidang. Selebihnya menunggu giliran berikutnya.

"Sidang keliling akta kelahiran pertama dimulai dengan melayani pemohon di Kecamatan Brebes yang pelaksanaannya sudah digelar Rabu kemarin dan akan dilanjutkan di kecamatan lainnya di seluruh Kabupaten Brebes," ungkap Asmuni.

Untuk proses pengajuannya, lanjut Asmuni, warga tinggal melengkapi persyaratan yang ada untuk dilegisir, mulai dari fotokopi Surat Nikah orang tua, KTP orang tua dan KTP saksi, Kartu Keluarga serta Surat Keterangan Lahir dari desa.

"Jika sudah lengkap serta membayar biaya administrasi dan persidangan silahkan diserahkan di kecamatan untuk nantinya segera diproses,” papar Asmuni.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita