Senin, 08/04/2013, 09:12:14
Tiga Seniman Kondang Hadir di Launching Buku Tunas
Laporan Riyanto Jayeng & SL Gaharu

Ebiet G Ade (tengah), Emha Ainun Nadjib (kiri), E.H Kartanegara dan Eko Tunas (kanan) saat peluncuran Tunas di Kota Tegal (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Tiga seniman kondang, Emha Ainun Nadjib, E.H Kartanegara  dan Ebiet G Ade, mendapat sambutan meriah dari ratusan penggemarnya saat hadir dan menyaksikan peluncuran buku kumpulan cerpen karya Eko Tunas yang bertajuk ‘Tunas’ di Teater Arena Taman Budaya Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu 06 April 2013 pukul 20:30 WIB.

Kehadiran para seniman kondang itu sekaligus sebagai ajang reuni bagi 4 seniman yang pernah mendapat gelar 4E pendobrak kesenian dari Yogyakarta. Demikian dikatakan Erwindo Hascaryo selaku penyelenggara di bawah bendera Creasindo.

Lebih jauh Erwin menjelaskan, Emha Ainun Nadjib (Jombang), E.H Kartanegara (Pekalongan) dan Ebiet G Ade (Banjarnegara) adalah sahabat karib yang tinggal satu kamar dengan Eko Tunas (Tegal), sewaktu bersama-sama menimba ilmu di Yogyakarta di tahun 1973.

“4 E itu istilah yang digunakan oleh para apresiator karya seni mereka, 4 E itu kan diambilkan dari huruf pertama nama-nama mereka, Eko, Emha, Eha dan Ebiet,” kata Erwin.

Eko Tunas mengakui, kehadiran ketiga sahabatnya di dalam peluncuran buku kumpulan cerpen karyanya itu, benar-benar suatu anugerah terindah yang pernah dialaminya dalam hidup.

“Saya sungguh terharu sekali, ketiga orang ini adalah sahabat yang paling istimewa di dalam kehidupanku. Ini sungguh suatu pertemuan yang luar biasa dan sekali lagi saya menjadi semakin yakin, bahwa Tuhan tidak pernah tidur, selalu mendengarkan dan mengabulkan permohonan mahluknya,” kata Eko.

Pada kesempatan itu, Ebiet G Ade menggiring suasana semakin syahdu dengan melantunkan beberapa buah lagu bertema sosial. Ebiet yang hadir bersama istri tercintanya, Koespudji Rahayu Sugianto atau lebih dikenal sebagai Yayuk Sugianto, dan kedua anaknya secara khusus membawakan lagu bertajuk Kubakar Cintaku yang merupakan puisi karya Emha Ainun Nadjib.

“Lagu Kubakar Cintaku adalah puisi karya Emha yang sengaja diciptakan untuk dinyanyikan oleh saya. Lagu ini menjadi lagu andalan setiap mendapat order pentas di masa-masa kuliah. Di mata saya, Eko adalah sahabat paling luar biasa, dia itu luar biasa di segala hal. Eko sangat gigih di dalam menciptakan karya seni-karya seni baru ,” kata Ebiet.

Hal senada disampaikan Emha dan EH Kartanegara. Keduanya sama-sama mengakui bahwa Eko Tunas memiliki citra seni yang tinggi. Menurut Emha, sepanjang yang dia kenal, Eko Tunas adalah seniman serba bisa yang sangat luar biasa. Bahkan diusianya saat inipun, Eko masih melahirkan karya seni. Pada kesempatan itu, EH Kartanegara lebih banyak mengisahkan kembali peristiwa-peristiwa unik semasa masih kuliah dan satu kamar bersama.

“Eko itu unik dan sangat luar biasa, buku kumpulan cerpennya yang bertajuk Tunas ini akan menjadi tonggak sejarah dimulainya seniman-seniman tunas muda untuk terus berkarya dan berkarya,” kata Emha.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita