Senin, 08/04/2013, 06:31:46
Bencana Tanah Bergerak Dukuh Brak Kian Parah
Laporan Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Drs. H. Rais Khana mengatakan  hujan yang turun selama dua hari terakhir membuat bencana alam tanah bergerak di Dukuh Brak, Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, kian parah.

Sebab, 10 rumah warga terancam hancur diterjang bencana tanah bergerak. Sebelumnya, tanah bergerak hanya menghancurkan 24 rumah pada Februari 2013 lalu. Menyusul kemudian, tanah bergerak menerjang 26 rumah lainnya pada akhir Maret 2013.

"10 rumah yang terkena bencana pergerakan tanah ini kondisinya mengkhawatirkan. Terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, mengingat permukaan tanah di lokasi merupakan tanah labil," ujar Rais Khana kepada PanturaNews.Com, Senin 08 April 2013.

Menurutnya, air hujan itu mampu menurunkan permukaan tanah hingga 6-7 meter, sehingga mengancam keselamatan penghuni lainnya. Untuk penghuni 10 rumah itu, mereka telah mengungsi di rumah milik saudara maupun tetangga yang dirasa aman.

Mereka sedianya akan mendapatkan bantuan seperti yang diberikan kepada puluhan korban yang rumahnya rusak lebih dulu. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan bantuan Rp 10 juta. Uang itu bisa mereka pakai untuk mencari lahan aman guna mendirikan rumah baru.

"Bantuan senilai Rp 10 juta itu merupakan bantuan stimulus pemerintah," terangnya.

Saat ini, kata Rais Khana, Pemkab setempat menggandeng tim ahli dari Badan Geologi Nasional Bandung untuk melakukan pengkajian pergerakan tanah di lokasi. Termasuk pula untuk mendeteksi seberapa besar ancaman dari bencana ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan pedukuhan ini bisa seluruhnya terkena bencana tanah bergerak.

BPBD mencatat, selain merusak puluhan rumah, bencana tanah bergerak juga merusak lahan produktif warga, serta sejumlah fasilitas umum. Salah satunya merusak bangunan sekolah diniyah.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita