Jumat, 19/04/2013, 03:03:13
Catut Nama Pejabat Polres, 4 Wartawan Dipanggil Polisi
Laporan Takwo Heriyanto

Sejumlah wartawan yang mencatut nama petinggi Polres sedang diklarifikasi (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah wartawan surat kabar mingguan dan bulanan yang mengatasnamakan diri Pengurus Komunitas Wartawan Brebes Barat (KWBB), terpaksa harus berurusan dengan pihak Mapolres Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, mereka telah mencatut dua nama petinggi dari Mapolres Brebes untuk masuk ke dalam kepengurusan KWWB, guna meminta sumbangan untuk kegiatan peresmian komunitas wartawan tersebut yang rencana akan digelar pada 06 Mei 2013 mendatang.

Dua petinggi dari Mapolres Brebes yang namanya dicatut oleh empat wartawan dari KWWB itu, yakni Kasubbag Humas Polres Brebes, Ipda Heri Riyanto dan Kapolsek Kersana, AKP Misyanto.

"Mereka juga dikabarkan telah memungut sumbangan minimal Rp 100 ribu kepada sekolah-sekolah. Padahal, saya tidak pernah merasa ditawari, apalagi diajak koordinasi dengan mereka. Lah, ini kok tahu-tahu nama saya dicatut di dalam kepengurusan KWWB. Secara pribadi, saya keberatan karena belum berkoordinasi dengan pimpinan," tutur Kasubbag Humas Polres Brebes, Ipda Heri Riyanto saat mengklarifikasi hal tersebut di kantornya, Kamis 18 April 2013.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kersana, AKP Misyanto. Pihaknya mengaku belum dikoordinasi secara intensif, namun pihak KWBB mengklaim sudah seijin Kapolres Brebes untuk mencantumkan namanya dalam struktural organisasi mereka.

“Secara prinsip kalau pimpinan mengijinkan saya sih boleh saja. Mereka mengklaim katanya sudah seijin Kapolres. Makanya, nanti saya juga akan panggil mereka,” kata Misyanto saat dihubungi lewat handphonenya.

Ketua KWBB, Saripudin mengaku, bahwa pencantuman nama pejabat Polres Brebes atas ijin Kapolres melalui Ajudan Bripda Farkhan usai proposal pengajuan nama-nama tersebut disampaikan Kapolres.

“Kapolres lewat ajudan mengarahkan supaya Pak Heri saja yang dicantumkan dalam kepengurusan," terangnya.

Kalau terkait pungutan wajib Rp 100 ribu tiap sekolah, menurutnya itu tidak benar. "Itu tidak benar. Ada yang cuma ngasih Rp 20 ribu, juga ada yang Rp 30 ribu. Itupun langsung saya setorkan ke rekening organisasi,” akunya.

Sementara, Bripda Farkhan sendiri saat dikonfirmasi di ruang pertemuan Bagops Polres Brebes, membantah kalau Kapolres menyuruh mencantumkan nama pejabat Polres.

“Kapolres hanya mengarahkan ke Pak Heri selaku Paur Humas untuk koordinasi. Karena pencantuman nama pejabat rawan dengan penyalahgunaan wewenang,” cetusnya.

Selain kedua nama pejabat Polres, tampak dua nama pejabat Pemkab Brebes yaitu Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Dr Tahroni MPd dan Camat Kersana, Jakaria SIP MM. Namun kedua pejabat di lingkungan Pemkab Brebes yang dicatut namanya olah organisasi tersebut, belum bisa dimintai komentarnya.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita