Kamis, 25/04/2013, 08:41:16
Pengrajin Rebana Bumiayu Mendapat Pelatihan
Laporan Zaenal Muttaqin

Pengrajian rebana Kaliwadas mendapat pelatihan dari Kementerian Perindusterian di Hotel Visa Bumiayu (Foto: zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 30 pengrajin alat musik tradisional rebana dari Desa Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, mendapat pelatihan tekhnis produksi dan desain alat musik tradisional dari satu Direktorat Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Pelatihan digelar selama lima hari sejak Selasa 23 April 2013 hingga Sabtu 27 April 2013 di Hotel Visa Jalan Lingkar Bumiayu. "Pelatihan ini bertujuan meningkatkan mutu rebana para perajin," kata Sodikin, salah satu pengrajin reban yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, program kementerian secara langsung mendatangkan dua ahli pembuat alat tradisional ke Bumiayu. Yakni, Aji Koswara, ahli desain alat musik tradisional dari ITB dan Soekandar dari Asososiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI).

Soekandar, dalam pelatihan mengatakan, potensi usaha kerajinan rebana di Bumiayu sangat bagus. Daerah ini menurutnya sangat kaya bahan baku rebana berupa kulit kambing. Dia berharap pelatihan dapat meningkatkan masa depan usaha rebana di Bumiayu.

Satu-satunya kendala yang dimiliki Bumiayu hanyalah pada tekhnis pembuatan rebananya. Menurut Soekandar yang juga pengusaha rebana asal Garut ini, proses pembuatan rebana di Kaliwadas masih sangat tradisonal dan tidak efisein.

"Misal, untuk merontokan kulit di sini butuh empat hari. Padahal di Garut dengan proses modern hanya butuh satu hari," katanya.

Saat ini usaha alat musik Rebana di Bumiayu makin berkembang pesat. Selain rebana, perajin rebana di Kaliwadas sudah mampu memproduksi alat musik lain seperti drum band. Rebana juga sudah dipasarkan hingga keluar jawa.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita