Selasa, 21/05/2013, 08:36:43
Seminar: Kurikulum 2013 Punya Banyak Keunggulan
Laporan Zaenal Muttaqin

Seminar menyongsong implementasi kurikulum 2013 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah 2 Benda Kecamatan Sirampog (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Hiruk pikuk silang pendapat menyongsong kurikulum baru 2013 merupakan hal yang biasa terjadi. Itu merupakan bagian dari dinamika, khususnya di sektor pendidikan.

Demikian disampaikan oleh Prof. DR. Masrukhi, MPd saat memberikan paparan pada acara Seminar Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah 2 Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Senin 20 Mei 2013.

"Seperti kelahiran kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kurikulum berbasis kompetensi juga tidak lepas dari pro dan kontra," ujar pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Semarang itu.

Menurutnya, meski ada kritik dan silang pendapat pemerintah akan tetap menjalankan kebijakannya menerapkan kurikulum baru tahun 2013, sebagai upaya secara bertahap meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kurikulum 2013 memiliki makna yang strategis, karena akan mengantarkan bangsa menuju Indonesia emas di tahun 2045, seratus tahun Indonesia merdeka.

"Betapa tidak, bahwa generasi muda bangsa yang akan lulus dari sekolah lima atau sepuluh tahun mendatang, adalah generasi yang akan berperan penting di era 2045," kata Masrukhi.

Dikatakan, kurikulum tahun 2013 sesungguhnya memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Diantaranya, sangat komprehensif dan kokoh, ada nuansa kurikulum ini mengedepankan perwujudan warga negara yang baik, yaitu berjiwa nasionalis dan berkarakter. Ada rincian terukur untuk domain sikap, keterampilan dan pengetahuan pada standar mutu lulusan dari satuan pendidikan.

"Adanya pergeseran paradigma yang sangat subtantif pada proses pembelajaran dari peserta didik yang mulanya sebagai konsumen pengetahuan menjadi produsen pengetahuan," terang Masrukhi.

Masrukhi menambahkan, dengan keunggulan-keunggulan kurikulum tahun 2013 itu, sikat terbaik kita adalah mempersiapkan diri untuk mengimplementasikannya dengan penuh kesungguhan. Persoalan masih adanya kekurangan di sana-sini ataupun pelatihan-pelatihan secara intensif bagi para guru, pemerintah pasti telah mempersiapkannya.

"Sebagai insan yang selalu melakukan pengawalan terhadap praksis pendidikan di lapangan, sudah tentu kita bersama perlu mengedapankan sikap optimis, pro aktif dan bersikap positif dalam menghadapi setiap perubahan kurikulum," tegasnya.

Bertindak sebagai pembicara pada seminar itu pula, DR Muhamad Hafidz MSi. Seminar yang dilaksanakan atas kerjasama Ponpes Al Hikmah 2 Benda dengan Unnes Semarang ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri para guru dan Kepala Sekolah. Seminar yang bertempat di GOR Al Hikmah 2 itu dibuka oleh Plh Gubernur Jawa Tengah, Hj Rustriningsih.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita