Kamis, 13/06/2013, 08:11:55
Aqil: NU Didirikan Untuk Wujudkan Persaudaraan
Laporan Riyanto Jayeng

KH Said Aqil Siradj

PanturaNews (Tegal) - Secara umum, Nahdlatul Ulama (NU) sebuah organisasi massa terbesar di Indonesia bahkan di dunia, mempunyai tujuan menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di sisi lain, NU didirikan untuk mewujudkan persaudaraan.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya yang cukup panjang lebar, saat pelantikan jajaran pengurus cabang NU Kota Tegal masa khidmat 2013-2018 oleh Ketua MWC NU Jateng KH M Adnan MA, di alun-alun Kota Tegal, Selasa 11 Juni 2013, pukul 20:30 WIB.

Hadir dalam acara tersebut, tokoh masyarakat Tegal H Bahrudin Nashori yang saat ini menjabat sebagai bendahara umum DPP PKB dan sejumlah tokoh ulama Kota Tegal. Pada penutupan acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang santri oleh dalam Ki Entus Susmono dengan lakon “Sunate Abu Nawas”.

Said Aqil meggaris bawahi bahwa persaudaraan yang ditebarkan oleh NU adalah persaudaraan antar sesame muslim yang terkonsep dalam ukhuwah islamiyah dan persaudaraan sebangsa dan setanah air yang terkonsep di dalam ukhuwah wathoniyah.

“Sampai sekarang hanya NU yang paling mati-matian mempertahankan budaya, tradisi bangsa Indonesia. Ukhuwah islamiyah dan ukuwah wathoniyah harus menjadi satu,” kata Aqil.

Lebih jauh dikatakan, bagi NU membela tanah air dalam wadah NKRI hukumnya wajib ain. Maka tanah air harus aman, tentram dan kuat, sebab diatas tanah air inilah islam melakukan syiar. Barang siapa tidak punya tanah air, maka tidak punya sejarah. Barang siapa tidak punya sejarah maka tidak akan diingat dimasa mendatang.

Hal senada disampaikan Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak. Ikmal dalam sambutan singkatnya mengatakan, warga Negara yang baik adalah warga yang memiliki arah di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Organisasi NU yang merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia harus dapat membuktikan kepada khalayak dunia bahwa jiwa NU memeiliki kredibilitas jiwa berbangsa dan bernegara yang mumpuni.

“Warga NU sudah pasti memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Karena bagi warga NU membela tanah air dan tegaknya NKRI itu hukumnya fardhu ain. Mari sebagai warga negara kita siap membela 4 pilar NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Sementara, Ketua PCNU Kota Tegal terlantik, dr Abdal Hakim Tohari menyampaikan , selama masa kepemimpinannya, akan memberdayakan seluruh potensi warga NU, memperkuat dan mengembangkan lembaga NU untuk membentengi akidah ahlusunah waljamaah. Salah satu upayanya dengan membenahi lembaga dakwah, lembaga bathasul masail guna menterjemahkan nilai-nilai khittoh dan tradisi amaliyah NU.

Hakim menyatakan, sadar atau tidak, sejak bergulirnya reformasi tahun 98 lalu, arus kehidupan di tatanan masyarakat sedikit kurang terkontrol dengan baik. Kebebasan berpendapat menjadi jargon utama para pengusung nilai-nilai demokrasi, ironisnya makna kebebasan yang diusung adalah kebebasan liar yang tidak terkontrol dengan baik.

Hakim mengatakan, telah banyak muncul berbagai faham keagamaan yang nayata=nayata bertentangan dengan akidah islam ahlusunah wal jamaah dan cenderung mengkontaminasi NU dengan tema pemurnian agama.

“Ancaman perpecahan di tubuh NU semakin gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak paham dengan akidah ahlusunah waljamaah. Mereka menilai NU sebagai basis kufarat dan bid’ah serta amaliyah warga nahdliyin tidak berdasarkan hujjah yang otoritatif. Untuk itu marilah bersama-sama kita semua watrga NU untuk membentengi tubuh kita dengan pemahaman akidah NU yang kuat,” tegas Abdal Hakim.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita