Selasa, 25/06/2013, 10:23:26
PH Terdakwa Berharap Bukopin Juga Melaporkan US
Laporan SL Gaharu

Frediyanto dan Tim PH terdakwa perkara kredit fiktif Bank Bukopin Cabang Tegal (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Pada sidang lanjutan perkara kredit fiktif Bank Bukopin Cabang Tegal dengan terdakwa Novel Fatrio di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, Jawa Tengah, dengan agenda pembacaan tuntutan, Senin 24 Juni 2013, dihadapan majelis hakim PN Tegal yang diketuai Heru Prakoso, SH,MH dengan hakim anggota Gatot Ardian, SH, SPn, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siti Chodijah meminta sidang ditunda, karena tuntutan belum siap.

Sidang lanjutan perkara kredit fiktif Bank Bukopin Cabang Tegal, akan kembali digelar pada Kamis 27 Juni 2013, dengan agenda pembacaan tuntutan.

Sementara Ketua Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa, FA. Frediyanto Hascarya, SH yang ditemui PanturaNews, Selasa 25 Juni 2013, mengatakan terdakwa siap untuk mengikuti sidang dengan agenda tuntutan. Namun, PH terdakwa berharap pihak Bukopin punya niat baik untuk melaporkan karyawan Bank Bukopin Cabang Tegal, Umar Syarif (US) ke polisi.

“Kami berharap Bukopin meporkan US ke polisi, karena dari fakta persidangan sebelumnya, terdakwa tidak bekerja sendiri. Dalam perkara ini, ada keterlibatan beberapa karyawan Bukopin yang tergabung di Tim 5, dan peran US di tim itu sangat menonjol sebagaimana yang diungkapkan terdakwa saat agenda sidang pemeriksaan,” ungkap Fredy.

Menurut Fredy, dalam persekongkolan perkara kridit fiktif Bank Bukopin Cabang Tegal, US justru perananya melebihi terdakwa. Karenanya Tim PH terdakwa berharap pihak Bukopin melaporkan US, sehingga dalam penanganan kasus ini tidak terkesan tebang pilih.

“Jangan sampai ada anggapan penanganan kasus ini seperti menebang rumput menggunakan gergaji besar, karena dalam perkara ini ada aktor yang lebih besar ketimbang terdakwa, yang sampai kini belum tersentuh, sebagaimana Parmanto yang sudah ditetapkan menjadi tersangka,” tutur Fredy.

Diketahui, pada agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Senin 10 Juni 2013 lalu, ‘nyanyian’ terdakwa semakin memperjelas adanya keterlibatan nama-nama lain di internal Bank Bukopin Cabang Tegal yang tergabung di Tim 5 (lima).

Mereka adalah Umar Syarif, jabatan di Bank Bukopin sebagai CRC (Kredit Risk Control), bertugas meloloskan administrasi kredit KKPE TR. Mengurus berkas untuk pengajuan kredit KPTR Raksa Jaya dan KPTR Sumber Jaya dan mengakomodir antara operasional dan bagian kredit, serta membuat dokumen-dokumen palsu yang kaitannya dengan KPTR Raksa Jaya dan KPTR Sumber Jaya, sekaligus menjadi koordinator di internal Bukopin yang kaitannya dengan pengurusan kredit.

Lalu Hardiyanto, jabatan di bank Bukopin Tegal sebagai Supervisi Swamitra (kredit Mikro) dan Anggota Commite Kredit Bank Bukopin, dalam proyek ini Hardiyanto bertugas untuk menaikan nilai aset yang akan dijadikan jaminan di Bank BII, sekaligus menjadi anggota commite kredit yang meloloskan kredit atas nama KPTR Raksa Jaya dan KPTR Sumber Jaya. Dana hasil pencairan kredit tersebut disalurkan ke rekening giro Parmanto.

Kemudian Yuli Hartama, jabatan di Bank Bukopin Cabang Tegal sebagai Accont Oficcer (AO) dan mantan operasional officer. Dalam proyek Parmanto, dia bertugas sebagai pengatur transaksi di giro dan tabungan KPTR yang digunakan oleh Parmanto, dan membantu Catur Rangga Warsito dalam membuat rekening Koran fiktif giro atas nama H. Parmanto.

Catur Rangga Warsito adalah karyawan Bank Bukopin Cabang Tegal dengan jabatan Internal Control yang memonitoring transaksi keuangan di Bank Bukopin, dan yang mencetak laporan rekening giro yang disampaikan kepada nasabah. Dalam proyek Parmanto, dia berperan untuk membuat rekening koran fiktif yang dijadikan sebagai bahan pengajuan untuk kredit ke Bank BII.

“Sedangkan saya sendiri dengan jabatan Koordinator Accont Officer, dalam proyek Parmanto di tempatkan oleh Umar Syarif untuk kepentingan eksternal, yaitu sebagai penghubung antara Parmanto dengan tim dan membuat studi kelayakan bisnis serta menjalankan bisnis seolah-olah benar adanya,” terang Novel saat itu.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita