Jumat, 04/10/2013, 06:53:58
Pilwalkot Rusuh, Ketua KPU Kota Tegal Diamankan
Laporan Johari

Ketua KPU diamankan saat simulai pengamanan Pilwalkot Tegal di Jalan Pancasila (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal, Jawa Tengah, terpaksa diamankan petugas. Pasalnya, kantor KPU diserbu massa yang tidak terima dengan hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) Tegal.

Hal itu terjadi saat simulasi pengamanan Pilwalkot dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Tegal yang akan digelar secara bersamaan pada Minggu 27 Oktober 2013. Simulai dipusatkan di Jalan Pancasila depan BRI Kota Tegal, Jumat 04 Oktober 2013. Sedangkan Ketua KPU diperankan oleh Agus Wijanarko SH yang juga anggota KPU Kota Tegal divisi hukum.

Dalam simulasi itu melibatkan sekitar 600 personil, berasal dari Brimob Detasemen B Jawa Tengah, Polres Tegal Kota dan Polres Tegal. Termasuk pasukan Sabhara Polda Jateng serta sejumlah anggota TNI.

Simulasi diawali dari ketidakpuasan dengan hasil penghitungan suara, selanjutnya ratusan massa menggelar unjuk rasa yang dimulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat. Ketika dilakukan penghitungan, tiba-tiba seorang warga bernama Daiman melakukan protes. Penghitungan suara dinilai tidak sesuai, dan telah terjadi kecurangan.

Awalnya jumlah massa yang datang cuma sedikit, namun dalam hitungan detik bertambah banyak. Mereka berorasi sambil membawa poster dan berteriak-teriak. "Ini tidak adil. Kami protes dengan hasil penghitungan. Dibayar berapa? Pokoknya kami menuntut pemilihan ulang," teriak pengunjuk rasa.      

Usai melakukan aksi di TPS, massa langsung bergerak menuju kantor KPU. Namun melihat pendemo mulai merangsek dan saling dorong dengan petugas, terpaksa puluhan aparat dikerahkan menuju lokasi dan mengamankan Ketua KPU Kota Tegal.

Situasi makin kacau, pasukan Brimob diterjunkan ke lokasi, termasuk satuan satwa. Dua ekor anjing yang terlatih ikut menghalau pengunjuk rasa. Seorang pengunjuk rasa sempat melawan, dan terjadi duel. Namun akhirnya pelaku kerusuhan berhasil dilumpuhkan.

Dalam demo tersebut, kaki kiri seorang pengunjuk rasa terkena tembakan petugas, dan dievakuasi ke tempat aman. Kehadiran pasukan Brimob, menyebabkan massa berangsur-angsur membubarkan diri. Namun petugaspun menemukana barang yang dicurigai sebagai bom. Setelah dilakukan identifikasi akhirnya diledakan di tempat aman.

Menurut Kapolres Tegal Kota, AKBP Darmawan Sunarko SIK, latihan digelar untuk sistem pengamanan kota, dalam pemilihan kepala daerah walikota-wakil wali kota dan pemilihan bupati-wakil bupati. Tujuannya melatih anggota dalam kesigapan jika terjadi gangguan keamanan.

"Simulasi ini untuk melatih kesigapan anggota dalam pengamanan. Kami berharap pada pelaksanaan Pilwalkot dan Pilbup nanti berjalan aman," harap Darmawan.


 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita