![]() |
|
|
Sebagai ibadah wajib, ternyata puasa tidak hanya menjanjikan pahala bagi orang yang menjalankannya. Puasa juga dapat mengembalikan kesadaran, bahwa di luar yang ilmiyah ada faktor Ilahiyah. Karenanya puasa menjadi sangat penting, sebab di era sekarang ini orang lebih mengandalkan akal, semuanya rasio, sementara faktor Ilahiyah sering dilupakan.
Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes, Jawa Tengah, Drs Atmo Tan Sidik, berdasarkan penelitian yang dilakukan sebuah lembaga psikologi, bahwa 25 persen penduduk Indonesia mengalami stres dan hampir di setiap lini kehidupan selalu ada masalah.
Padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesat, tapi tidak mampu menyelesaikan masalah. "Maka dengan Ramadhan menjadi sangat penting, yakni untuk mengembalikan kesadaran Ilahiyah," katanya kepada PanturaNews, Sabtu 21 Agustus 2010 siang.Dikatakan, Ramadhan ini harus bisa dijadikan sebagai bulan muhasabah atau introspeksi diri, sebagai bulan doa atau dzikir untuk mengubah stress menjadi fresh. Muhasabah penting untuk mengukur diri dan muhasabah adalah awal dari penyelesaian masalah, kemudian doa atau dzikir sebagai pengakuan akan kelemahan diri, agar permohonan pada sang Maha Pencipta dikabulkan. "Banyak-banyaklah berdoa di bulan Ramadhan yang mustajab ini," ujar Atmo.
Atmo melanjutkan, puasa juga harus dipahami lebih intens sehingga bisa membawa pada perubahan secara haaliyah atau nyata, baik itu dalam berpikir maupun bersikap. Dengan begitu perilaku hedonisme yang biasanya makin menjadi-jadi, di bulan puasa bisa dijauhi.
"Justru bulan puasa umumnya keinginan berbelanja, baik untuk makan maupun untuk hal yang tidak primer makin meningkat. Maka kita perlu bertanya, sebenarnya itu keinginan perut apa keinginan lidah," tandas Atmo.