Jembatan Kalikuto Dibuka untuk Pemudik
LAPORAN ADANG PURNOMO
Kamis, 14/06/2018, 07:24:57 WIB

Kendaraan pemudik tampak melintasi jembatan tol Kali Kuto(Foto: Adang Purnomo)

PanturaNews (Kendal) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono, meresmikan Jembatan tol Kalikuto Gringsing untuk digunakan oleh pemudik, Rabu 13 Juni 2018 pukul 15.00 WIB. Kondisi Jembatan tol Kalikuto untuk sementara hanya bisa dilalui satu lajur untuk arus mudik dari arah barat hingga tanggal 16/07/2018.

Digunakannya Jembatan tol Kalikuto, berarti sudah sesuai target dimana Jembatan tol Kali Kuto di ruas Batang-Semarang bisa terhubung pada H-2 Idul Fitri 2018/1439 H.

Menteri PUPR mengatakan, dibuka dan digunakannya jembatan tol Kalikuto untuk arus mudik untuk membantu agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas di jalur pantura.

"Dari info yang saya dapat, saat ini ada penumpukan arus mudik di tol Cikampek sehingga penggunaan jembatan tol Kali Kuto diharapkan bisa membantu mengurai dan memecah arus lalu lintas", kata Basuki.

Sebelum resmi digunakan, pada siang harinya sudah dilakukan uji coba lintasan oleh mobil-mobil proyek dan mobil instansi terkait untuk memastikan kesiapan lintasan pada jembatan.

Namun pagar pengaman di sisi kanan dan kiri jembatan masih bersifat darurat, oleh karena itu bagi pengendara yang melintas jembatan harus ekstra hati-hati dan kecepatan kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 20 km/ jam.

CEO Jasa Marga Semarang Batang (JSB), Arie Irianto mengatakan, rambu-rambu dan lampu penerang jalan sudah dipasang.

“Rambu-rambu peringatan kecepatan maksimum 20 KM dan rambu lainnya sudah dipasang,” katanya.

Sementara itu, manager PT. Waskita Karya, Muhammad memaparkan bahwa hingga Rabu pagi tadi proses kontruksi terus berjalan mulai dari pemasangan deks slep dan pemasangan hanger secara optimal agar bisa dilintasi satu lajur.

"Meski proses konstruksi dikebut namun kualitas dan standar keamanan pada jembatan gantung tersebut tetap diutamakan. Panjang jembatan darurat tersebut mencapai 100 meter dengan lebar 4,5 meter, kendaraan yang melintas berurutan dalam satu lajur memanjang kebelakang", kata Muhammad.