![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Sungguh memprihatinkan nasib yang dihadapi pasangan suami istri, Amin (20) dan Getha Romadhona Fatoni (18), warga RT 05 RW 02 Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, bayi pertama hasil pernikahanya terlahir tanpa anus.
Selain tanpa anus, bayi tersebut juga menderita komplikasi penyakit lainnya. Yakni, jantung membesar dan mengalami Polidaktil, atau mempunyai jumlah jari tangan lebih dari yang normal, yaitu mempunyai enam jari.
Kini, bayi laki-laki yang masuk ke RSUD Brebes sejak Rabu 25 Januari 2012, masih dirawat intensif di Bangsal Perinatologi.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Brebes, dokter Khaerudin, Jumat 27 Januari 2012 mengatakan, saat ini bayi masih dirawat intensif di tabung inkubator, di ruang khusus Bangsal Perinatologi RSUD Brebes.
Bayi itu terlahir dengan bantuan bidan desa dua hari lalu, tetapi kondisinya mengkhawatirkan sehingga dirujuk ke RSUD Brebes, agar cepat mendapat penanganan.
Menurutnya, saat dilahirkan bayi tidak menangis dan bernafas spontan. Akibat kondisi tersebut, bidan desa merujuk ke RSUD Brebes. Untuk menangani kelainan yang dialami bayi itu, pihak rumah sakit telah melakukan beberapa upaya. Di antaranya, melakukan operasi Polomostomi, atau pembuatan pembuangan kotoran lewat dinding perut.
Upaya itu, hanya bersifat sementara. Setelah bayi berusia sekitar 6 bulan sampai satu tahun, baru dilakukan operasi kembali untuk membuat anus secara permanen. Selain itu, pihaknya juga melakukan perawatan intensif agar kondisi umum bayi membaik.