Repdem Dukung Petani Tolak Kebijakan Impor Bawang Dumping
TK-Takwo Heriyanto
Kamis, 02/02/2012, 09:00:37 WIB

Petani dan pedagang bawah Brebes saat menggelar demo depan kantor Kementrian Pertanian RI, Jakarta Selatan.

PanturaNews (Brebes) - Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyatakan mendukung perjuangan petani bawang yang menolak bawang impor pada saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Kementrian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Rabu 01 Pebruari 2012.

Selain itu, Repdem juga menginginkan harga bawang merah kembali normal, sehingga bisa menguntungkan petani.

”Kami bersama para petani bawang akan terus mendesak pemerintah agar mengevaluasi kebijakan impor bawang merah. Karena selama ini bawang impor dari negara Asean, China dan India dengan leluasa masuk ke Indonesia, dan diturunkan di Brebes untuk mendapat label bawang Brebes. Inilah yang menghancurkan harga bawang lokal,” ujar Ketua DPC Repdem Kabupaten Brebes, Fadjar Pratikto, saat dikonfirmasi PanturaNews, Kamis 02 Pebruari 2012.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Petani Indonesia (API), Fadhil. Menurut Fadhil, impor bawang merupakan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani negeri sendiri.

”Di negara-negara Asean lainnya, para petani betul-betul diperhatikan oleh pemerintahnya, serta mendapat subsidi penuh. Sementara di sini, petani bawang dibiarkan menderita akibat harga bawang yang hancur,” ujarnya.

Sementara, perwakilan petani Kabupaten Brebes, M. Subhan, menambahkan dirinya  menolak bawang impor karena diduga adanya praktek dumping. Dengan dumping ini, negara lian seperti India dan China bisa menjual bawang merah jauh lebih murah dari harga bawang lokal.

“Politik dumping dalam perdagangan inilah yang harus kita waspadai dan ditolak, karena menghancurkan harga bawang Brebes,” tandasnya.

Aktivis yang juga petani ini, mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak melindungi petani bawang. ”Mestinya pemerintah melakukan pembatasan impor bawang merah melalui pembatasan waktu,” tegas Subhan.