![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Sejumlah bakul ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Tegal, Jawa Tengah, kini mulai beralih jual beli ikan impor. Bergesernya kebiasaan itu lantaran sepinya hasil tangkapan nelayan sepanjang musim angin barat (baratan).
Meskipun harga ikan yang diimpor dari negeri Cina itu lebih mahal dari harga ikan local biasanya, para bakul ikan itu tetap membelinya untuk dijual kembali kepada konsumen lokal demi menjaga kelancaran rutunitas usaha.
Salah seorang bakul ikan, Nur, Kamis 02 Februari 2012 mengatakan, di musim baratan ini tidak hanya nelayan yang kesulitan mencari ikan tetapi para bakul juga terkendala dengan tidak adanya stok ikan untuk dijual kembali. Akibatnya banyak bakul-bakul ikan yang terpaksa membeli ikan impor dari Cina dengan harga yang jauh lebih mahal.
Menurut Nur, untuk mendapatkan ikan impor itu, para bakul membeli di agen penjualan ikan impor. Harga 1 dus ikan layang seberat 8 Kilogram yang diimpor dari Cina seharga Rp 110 ribu, sementara jika bakul membeli di nelayan lokal untuk 1 basket ikan layang seberat 30 kilogram hanya Rp 150 ribu.
Sementara Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Mahmud Effendi membenarkan masuknya ikan impor di Pelabuhan Kota Tegal. Masuknya ikan impor ini dikarenakan sepinya hasil tangkapan nelayan lokal, sehingga banyak bakul beralih membeli ikan impor.
“Kami yakin, saat tangkapan ikan lokal melimpah, para bakul akan beralih membeli ikan lokal karena harganya jauh lebih murah,” tegas Mahmud.