Ponpes Al-Iman Ponorogo Cetak Generasi Siap Juang
Laporan Agus Zahid & Joko Susilo
Minggu, 27/01/2013, 03:01:10 WIB

Pimpinan Ponpes Al Iman, KH Iman Bajuri Mpd (kanan) didampingi Nyai Hj Arini Ulfa Hidayatin saat menunjukkan budidaya tanaman di lahan milik pesantren (Foto: Agus Zahid)

PanturaNews (Ponorogo) - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Iman Babatan, Ponorogo, Jawa Timur, yang didirikan oleh (Alm) KH Mahfudz Hakiem tahun 1412 Hijriyah atau tahun 1991 silam, tergolong sebagai Ponpes modern.

Program pendidikan dan pengajaranya, diorentasikan untuk mempersiapkan kader-kader Islam yang siap juang di segala lini, pada era yang selalu berubah-ubah seperti sekarang ini. Karena itu, lembaga pendidikan ini mengintegrasikan antara PQ ( Physic Quotient), SQ (Spiritual Quotient0), IQ (intelegent Quotient) serta EQ (Emotional Quotient), guna memantapkan akidah dan kedalaman spiritual, akhlakul karimah serta keluasan dan kedalaman Iptek untuk membentuk kematangan hidup para santri dimasa mendatang.

"Pendirianya atas dasar panggilan dakwah Islamiyah dan untuk semua golongan," ujar Pimpinan Pondok Al Iman Putri periode ini, KH Iman Bajuri M.Pd didampingi Nyai Hj. Arini Ulfa Hidayatin, Minggu 27 Januari 2013.

Dikatakan KH Iman Bajuri, format pendidikan dengan bentuk pondok pesantren, dengan jenjang pendidikan KMI (Kulliyatu-I-Muallimin/at Al Islamiyah), berpersamaan MTs (Terakriditasi A,) dan MA (Terakriditasi B). Selain itu, kurikulumnya terpadu dan terintegrasi dengan spesifikasi ilmu keguruan dan dakwah.

Kurikulum disusun dengan landasan filosofi dengan memadukan kurikulum pondok pesantren Gontor (Pondok Internasional-Red), KTSP, ditambah sebagaian kurikulum salaf dengan masa belajar SD/MI 6 tahun, SMP/MTs keatas adalah 4 tahun. "Para santri ditempatkan di asrama khusus," katanya.

Visi pondok, lanjut KH Iman Bajuri, membentuk generasi siap juang di masyarakat dengan kemantapan iman, ilmu dan akhlak. Sedangkan misinya antara lain, membina potensi relegius, intelektual dan emosional secara integral dan berkesinambungan, membudayakan kehidupan islami dan menjadikan Al Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman utama, dan karya ulama menjadi sumber pendamping.

Selain itu, Al Iman juga mengembangkan kompetensi life skill yang dimiliki santri, serta mengembangkan pendidikan berorientasi internasinal dengan tetap mempertahankan budaya lokal.

"Bagi Pondok Pesantren Al Iman, bukan hanya institusi pendidikan tetapi institusi pembudayaan. Disiplin dan kehidupa islami bukan sekedar kepatuhan, tetapi lebih karena kesadaran bahkan kebutuhan. Karena itu, kami juga menanamkan panca jiwa kepada santri yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah dan kebebasan. Ini diharapkan dapat menjiwai setiap langkah dalam kegiatan santri," papar KH Iman Bajuri.

Ditambahkan, guna mencapai kebahagian dunia dan akhirat, dirinya menghimbau kepada semua santrinya, selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT dengan dzikir dan wirid serta solat-solat sunat seperti tahajud, hajad, santri juga dihimbau untuk mengenal terhadap alam sekitar, termasuk benda mati seperti tanah dan bebatuan, tumbuhan dan buah-buahan, binatang ternak ikan dan lain-lain.

Sebab itu, Ponpes Al Iman selain membekali ilmu agama kepada para santrinya, juga memberikan pemberdayaan di bidang ternak, tanaman buah, budidaya ikan lele dan lainnya. "Disamping memberikan ilmu, kami juga melakukan pemberdayaan di bidang pertanian, peternakan dan lain-lain," tambah KH Iman Bajuri yang juga Ketua Forum Pesantren Kabupaten Ponorogo ini.

Adapun prestasi di bidang keilmuan yang telah diraih Ponper Al Iman Ponorogo ini, antara lain Juara I Debat Bahasa Arab tingkat nasional tahun 2011, Juara Musabaqoh Qiroatul Kutub pidato dan telling story bahasa Inggris se Kabupaten Ponorogo, juara I lomba pidato bahasa Arab se Karesidenan Madiun, serta Juara Umum lomba Pramuka Rover Rangger Challieng-se Karesidenan Madiun.

"Prestasi ini hendaknya dapat kita tingkatkan sehingga kedepan bisa menjadi lebih baik," pungkas KH Iman Bajuri.