DPT Pilgub Jateng Terjadi Penyusutan 978 Nama
Laporan Riyanto Jayeng
Jumat, 12/04/2013, 06:45:14 WIB

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Warga Kota Tegal yang berhak memilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) Mei 2013 mendatang tercatat 200.470 jiwa, yang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 100.081 jiwa dan perempuan 100.389 jiwa. Jumlah pemilih itu ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) setelah terjadi penyusutan sebanyak 978 nama pasca dilakukan verifikasi.

Hal itu disampaikan Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih KPU Kota Tegal, Arisandi Kurniawan, Jumat 12 April 2013.

Menurut Arisandi, sebelumnya sesuai Daftar Pemilih Sementara (DPS) dari KPU Jateng, jumlah pemilih di Kota Tegal tercatat 201.448 orang. Setelah dilakukan verifikasi ternyata ditemukan nama ganda, meninggal maupun pindah. Dengan demikian, terjadi pengurangan sebanyak 978 nama yang tidak layak.

"Rekapitulasi dilakukan dari tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat kota dengan dihadiri tokoh parpol, tokoh masyarakat dan instansi terkait," katanya.

Arisandi menjelaskan setelah tahap penetapan DPT, KPU tetap melakukan pemeliharaan DPT. Sebab, dimungkinkan ada perubahan karena warga meninggal atau pun pindah. Sementara, apabila masih ada warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP), tapi belum terdaftar tetap bisa memilih ke tempat pemungutan suara (TPS) setempat. Yakni, terlebih dahulu melapor dan menunjukkan KTP.

Arisandi menambahkan, untuk jumlah TPS direncanakan sebanyak 407 TPS, termasuk untuk TPS khusus di Lapas Kota Tegal. Sedangkan, hasil penyortiran dari jumlah kotak suara sebanyak 2.380 yang dalam kondisi baik 2.336 kotak suara dan rusak berat 44 kota suara. Untuk bilik suara dari 2.889 yang dalam kondisi baik 2.864 dan rusak berat 25 bilik suara. "Untuk logistik lainnya seperti surat suara masih menunggu dari KPU Jateng," katanya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Tegal KH Syaefudin Zuhri Madrais mengatakan, DPT Pilgub Jateng secara otomatis akan dijadikan DPS bagi Pilwalkot Tegal yang dilangsungkan pada November 2013.  Menurut Syaefudin, jumlah pemilih pada saat Pilwalkot cenderung naik dibandingkan jumlah pemilih pada saat Pilgub. Alasannya, terdapat jeda waktu 6 bulan yang memungkinkan terjadinya perubahan pada tataran jumlah pemilih pemula.

“Kecenderungan naiknya jumlah pemilih pada saat Pilwalkot dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pilgub disebabkan oleh kemungkinan bertambahnya jumlah pemilih pemula yang mulai menginjak usia 17 tahun saat memasuki era Pilwalkot,” kata Syaefudin.